Beranda » Berita » Inspiratif! Mahasiswi FAI UNIMMA Ini Jalani Peran Ganda: Kuliah, Melatih Hizbul Wathan, hingga Mandiri Secara Ekonomi

Inspiratif! Mahasiswi FAI UNIMMA Ini Jalani Peran Ganda: Kuliah, Melatih Hizbul Wathan, hingga Mandiri Secara Ekonomi

Magelang – Di tengah padatnya tuntutan akademik perguruan tinggi, seorang mahasiswi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Magelang menunjukkan bahwa perkuliahan dapat berjalan seiring dengan pengabdian sosial dan kemandirian ekonomi. Sosok tersebut adalah Fadila Khoirunnisa, mahasiswi semester tujuh yang aktif mengajar, melatih kepanduan, berorganisasi, hingga berwirausaha.

Di sela perkuliahan, Fadila mengabdikan diri sebagai pelatih ekstrakurikuler Hizbul Wathan di SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan. Kegiatan kepanduan Islam itu diikuti siswa usia enam hingga tujuh tahun yang tergabung dalam kelompok Pandu Athfal. Dalam perannya, Fadila menyusun latihan rutin yang berfokus pada pembentukan karakter, penanaman nilai keislaman, serta pengembangan keterampilan dasar kepanduan.

Ia menuturkan bahwa aktivitas tersebut memberi pengalaman berharga dalam dunia pendidikan karakter. “Mengajar HW di SD Inovatif memberi banyak pelajaran bagi saya. Saya tidak hanya melatih kedisiplinan dan keterampilan dasar, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, kemandirian, dan kerja sama sejak usia dini,” ujar Fadila.

Dalam setiap pertemuan, ia menerapkan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Permainan edukatif, simulasi kepemimpinan, serta kegiatan luar ruang menjadi metode utama agar siswa belajar dengan antusias. Menurutnya, proses tersebut sekaligus melatih kemampuan kepemimpinan dan manajemen kelompok yang sangat berguna bagi pengembangan diri.

Selain menjadi pelatih di sekolah dasar, Fadila juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pandu Putri di Dewan Sughli Daerah Kota Magelang. Melalui posisi tersebut, ia terlibat dalam pengoordinasian kegiatan kepanduan tingkat kota, penyusunan program pembinaan, serta menjalin komunikasi dengan berbagai unsur organisasi.

Komitmennya dalam dunia pendidikan tidak berhenti pada kepanduan. Fadila juga berperan sebagai musyrifah di MBS Muhammadiyah Alternatif Kota Magelang. Dalam tugas tersebut, ia mendampingi siswa tingkat menengah pertama, membimbing kehidupan sehari-hari santri, serta menjadi teladan dalam penerapan nilai keislaman.

Sebagai musyrifah yang tinggal bersama santriwati, Fadila dituntut hadir secara penuh dalam keseharian mereka. Ia mendampingi pembelajaran agama, memberi arahan kedisiplinan, hingga menjadi tempat berbagi persoalan. “Tanggung jawab ini menuntut kesiapan mental dan manajemen waktu yang baik,” ungkapnya.

Setiap pagi sebelum mengikuti perkuliahan, Fadila juga mengajar mengaji di SD Muhammadiyah Terpadu Al-Ulum Kota Magelang. Ia membimbing siswa kelas satu dalam pembelajaran Al-Qur’an serta mendampingi pelaksanaan salat Dhuha. Melalui pendekatan yang sabar dan komunikatif, ia berupaya menanamkan kebiasaan ibadah sejak dini.

Di ranah kemahasiswaan, Fadila aktif sebagai Ketua Tabligh dan Kajian Keislaman Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Magelang. Dalam organisasi tersebut, ia merancang program kajian, mengoordinasikan diskusi keislaman, serta menggerakkan kegiatan dakwah di lingkungan kampus. Peran ini menunjukkan kapasitasnya dalam kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

Kesibukan Fadila berlanjut hingga sore hari. Sepulang kuliah, ia mengajar les privat bagi sejumlah siswa sekolah dasar yang membutuhkan pendampingan belajar. Setelah itu, ia kembali ke pondok untuk melanjutkan peran sebagai musyrifah.

Di tengah aktivitas yang padat, Fadila juga menjalankan usaha kecil dengan menjual berbagai produk yang diminati kalangan muda. Dari mengajar, les privat, hingga berjualan, ia mampu memperoleh penghasilan mendekati tiga juta rupiah per bulan. Menurutnya, kemandirian ekonomi penting untuk melatih tanggung jawab dan kedisiplinan sejak mahasiswa.

Saat ini, Fadila tengah menyelesaikan skripsi sebagai syarat kelulusan program sarjana di FAI UNIMMA. Meski menjalani banyak peran, ia berusaha menjaga profesionalitas dan kualitas di setiap aktivitas.

Kisah Fadila Khoirunnisa menjadi gambaran bahwa mahasiswa dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan kewajiban akademik. Dedikasinya dalam pendidikan, kepanduan, organisasi, dan kewirausahaan menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengabdian langsung di tengah masyarakat.

Total Views: 855
expand_less