Ungkap Strategi Baru! Upgrading DSD HW Kendal Hadirkan Pemateri Nasional Bahas Penguatan Dewan Sugli
- account_circle hwjateng
- calendar_month 16/11/2025
- visibility 87
- comment 0 komentar
- label Berita
Upgrading Dewan Sugli Daerah (DSD) Hizbul Wathan Kendal pada Sabtu (15/11) berlangsung penuh antusias. Kegiatan yang digelar Kwarda HW Kendal itu menghadirkan Wakil Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah, Muhammad Taufiq Ulinuha, sebagai pemateri utama. Forum ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kapasitas para anggota DSD yang diproyeksikan sebagai penerus kepemimpinan Kwartir dan Persyarikatan di masa mendatang.
Dalam penyampaian materinya, Ulinuha menjelaskan manajemen Dewan Sugli secara komprehensif. Ia juga memaparkan berbagai contoh praktik manajerial yang selama ini diterapkan di Dewan Sugli dan Dewan Kerabat. Menurutnya, pengelolaan organisasi membutuhkan penataan kerja yang jelas agar setiap anggota dapat menjalankan peran secara efektif. “Manajemen yang tertata itu membuat Dewan Sugli bisa bergerak lebih cepat dan presisi,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia menambahkan bahwa pengalaman panjangnya di Hizbul Wathan, termasuk saat memimpin DSW Jawa Tengah, membentuk banyak pelajaran berharga. Ulinuha menuturkan bahwa Dewan Sugli tidak hanya bertugas menjalankan program, tetapi juga memastikan keberlanjutan kaderisasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi, dan keteladanan sebagai fondasi kerja. Menurut penjelasannya, tiga aspek tersebut menjadi kunci agar organisasi tingkat daerah tetap solid dan berdaya guna.
Sebelum sesi Ulinuha, Wakil Ketua Kwarda HW Kendal, Nur Khodiq, tampil sebagai narasumber awal. Ia membawakan materi mengenai arah kebijakan HW Kendal untuk periode 2023–2028. Dalam pemaparannya, Khodiq menekankan bahwa arah gerak organisasi lima tahun ke depan harus berorientasi pada penguatan struktur, peningkatan kualitas kader, dan perluasan peran Hizbul Wathan di masyarakat. “Kebijakan periode ini tidak boleh berhenti pada tataran dokumen. Kita harus menggerakkannya hingga ke tingkatan cabang dan kwartir ranting,” kata Khodiq.
Ia menjelaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Karena itu, HW Kendal perlu memastikan bahwa setiap anggota memiliki kapasitas memadai. Khodiq menggambarkan pentingnya sinergi antara Kwarda dan DSD sebagai motor penggerak kegiatan. Menurutnya, keberhasilan implementasi kebijakan daerah sangat bergantung pada keseriusan Dewan Sugli dalam menjalankan fungsi koordinasi dan eksekusi program.
Kegiatan upgrading ini dimaksudkan sebagai ruang pembelajaran bagi para anggota DSD yang baru maupun yang telah berpengalaman. Panitia menargetkan agar para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang pola kerja kelembagaan, sekaligus mampu mempraktikkan metode manajerial yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Upgrading ini juga menjadi momentum untuk mengonsolidasikan semangat kaderisasi yang selama ini menjadi ruh Hizbul Wathan.
Sejumlah peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat membantu dalam memahami peta peran Dewan Sugli. Mereka menilai penjelasan dari kedua narasumber memberi gambaran konkret tentang bagaimana mengelola organisasi secara sistematis. Dalam diskusi, beberapa peserta menanyakan strategi mengatasi hambatan kaderisasi serta cara mendorong kerjasama lintas tingkat kwartir.


