• https://www.langdonparkatwestcovina.com/
  • Mbokslot
  • SLOT THAILAND ⁜ Situs Server Slot Thailand Gampang Menang No 1 Dan Asli
  • http://103.206.170.246:8080/visi/
  • PASTIWIN777 | Slot777 Link Login Situs Slot Gacor Hari Ini Terbaru 2026 Gampang Maxwin
  • https://slotplus777mantap.com/
  • https://www.thebraidsreleaser.com/pages/our-founders
  • Live RTP
  • SLOT TELKOMSEL | 5 Slot Deposit Pulsa Tanpa Potongan Indosat dan Tri Pakai 10rb
  • https://pastiwin777.cfd/
  • mbokslot
  • https://solarcity.vn/mua/
  • Slot Pulsa Telkomsel: Link Slot Deposit Pulsa 10K Tanpa Potongan
  • Live RTP
  • https://www.langdonparkatwestcovina.com/floorplans
  • https://ejeutap.edu.co/programas
  • Slot Pulsa: Situs Slot Deposit Pulsa Indosat dan Tri 10000 Tanpa Potongan Auto JP
  • Link Slot ! Deposit Pulsa 5000 Tanpa Potongan Gacor Hari Ini
  • situs pulsa tanpa potongan
  • https://aimtamagot.social//
  • Live RTP
  • https://perdami.or.id/web/perdami/1
  • https://nit.ufv.br/quem-somos/
  • Mbokslot
  • http://103.81.246.107:35200/templates/itax/-/mbok/
  • Slot Pulsa 10K - Link Slot Deposit Pulsa IM3, Indosat, Tri Gampang Maxwin
  • https://hris.hino.co.id/privacy/policy_privacy.php
  • https://pmb.stkippgri-bkl.ac.id/beranda
  • https://heylink.me/Mbokslot.com/
  • https://gentledentalharrow.co.uk/contact-us
  • https://www.capitainestudy.fr/quest-ce-que-le-mba/
  • Ideopolitor – HW Jateng https://hwjateng.com Hizbul Wathan Jawa Tengah Sat, 28 Feb 2026 08:09:14 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://hwjateng.com/wp-content/uploads/2025/09/cropped-Logo-HW-scaled-1-32x32.png Ideopolitor – HW Jateng https://hwjateng.com 32 32 Ketua Kwarwil HW Jateng Taufiq Beri Arahan pada Ideopolitor dan Koordinasi HW Jateng, Ini Poinnya! https://hwjateng.com/ketua-kwarwil-hw-jateng-taufiq-beri-arahan-pada-ideopolitor-dan-koordinasi-hw-jateng-ini-poinnya/ Sat, 28 Feb 2026 08:09:14 +0000 https://hwjateng.com/?p=453 Magelang – Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah, Taufiq, mendorong seluruh Kwartir Daerah dan Qobilah Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah segera merealisasikan program yang telah disepakati dalam rapat sebelumnya. Seruan itu ia sampaikan dalam forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil HW Jawa Tengah, Sabtu (28/2), di Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).

    Dalam arahannya, Taufiq mengingatkan bahwa berbagai keputusan strategis sudah dibahas dan diputuskan dalam Rapat Kwartir HW Jawa Tengah yang digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada akhir tahun lalu. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran di tingkat daerah dan perguruan tinggi untuk segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut.

    “Kami berharap Kwarda dan Qobilah PTM/A bisa langsung merealisasikan kegiatan yang sudah disepakati dalam rapat kwartir sebelumnya,” ujar Taufiq di hadapan peserta forum.

    Ia menegaskan, konsistensi dalam menjalankan keputusan organisasi menjadi kunci agar gerak Hizbul Wathan di Jawa Tengah semakin terarah. Menurut dia, program yang telah dirumuskan tidak boleh berhenti pada tataran wacana.

    Selain membahas tindak lanjut program, Taufiq juga mengungkapkan perkembangan terbaru di bidang penguatan materi ideologi dan keorganisasian. Saat ini, Kwarwil HW Jawa Tengah telah melakukan diskusi bersama Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah terkait rencana penerbitan buku saku.

    Buku saku tersebut nantinya akan didistribusikan ke seluruh Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan di Jawa Tengah. Taufiq menjelaskan bahwa buku itu diharapkan menjadi panduan praktis bagi kader dan pembina Hizbul Wathan di lingkungan pendidikan.

    Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan Majelis Dikdasmen PNF PWM Jateng menjadi langkah strategis agar materi yang disusun relevan dengan kebutuhan sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Dengan adanya buku saku itu, diharapkan pemahaman tentang Hizbul Wathan dapat lebih merata.

    Di sisi lain, Taufiq juga menyoroti pentingnya penguatan media digital. Ia meminta Kwarda dan Qobilah PTMA untuk memaksimalkan pengelolaan media sosial, website, dan platform digital lainnya.

    “Penguasaan media digital sangat penting agar narasi Hizbul Wathan dapat terbangun dengan baik,” katanya.

    Menurut Taufiq, kehadiran aktif di ruang digital akan memperkuat branding kepanduan Hizbul Wathan di tengah masyarakat. Ia menilai, dunia digital kini menjadi arena strategis untuk membangun citra organisasi dan menyebarkan nilai-nilai kepanduan.

    Ia pun mengingatkan bahwa setiap Kwarda dan Qobilah memiliki potensi besar untuk mengelola kanal digitalnya secara kreatif. Dengan konten yang terarah, identitas Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah dapat semakin dikenal luas.

    Tidak hanya soal program dan media, Taufiq juga memberi perhatian pada kaderisasi. Ia meminta seluruh jajaran untuk terus memfasilitasi kader muda agar aktif berlatih dan terlibat dalam berbagai kegiatan.

    Menurutnya, pelibatan kader dalam aktivitas organisasi menjadi langkah penting untuk menyiapkan regenerasi. Ia menekankan bahwa kader muda harus mendapat ruang untuk berkembang.

    “Kita perlu menyiapkan kader-kader penerus sejak sekarang,” ujarnya.

    Taufiq menambahkan bahwa pelatihan dan keikutsertaan dalam berbagai kegiatan akan membentuk karakter serta kapasitas kepemimpinan kader. Dengan demikian, kesinambungan organisasi dapat terjaga.

    Forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil HW Jawa Tengah ini menjadi momentum konsolidasi antarjajaran. Melalui pertemuan tersebut, Kwarwil berharap seluruh keputusan organisasi dapat segera diimplementasikan di tingkat daerah dan perguruan tinggi.

    Dorongan realisasi program, rencana penerbitan buku saku, penguatan media digital, hingga perhatian pada kaderisasi menjadi fokus utama dalam agenda tersebut. Taufiq berharap seluruh elemen Hizbul Wathan di Jawa Tengah bergerak bersama demi memperkuat peran organisasi di lingkungan pendidikan dan masyarakat luas.

    ]]>
    Majelis Dikdasmen PNF Bongkar Tantangan Globalisasi, Sebut Hizbul Wathan Jadi Kunci Selamatkan Karakter Generasi Muda https://hwjateng.com/majelis-dikdasmen-pnf-bongkar-tantangan-globalisasi-sebut-hizbul-wathan-jadi-kunci-selamatkan-karakter-generasi-muda/ Sat, 28 Feb 2026 07:50:30 +0000 https://hwjateng.com/?p=450 Magelang – Era globalisasi dan digitalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk bagi generasi muda. Arus informasi yang tanpa batas memicu tantangan baru, mulai dari krisis moral hingga degradasi karakter. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Tengah, Sugiyono, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil Hizbul Wathan Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Magelang.

    Dalam paparannya, Sugiyono menegaskan bahwa perubahan zaman tidak bisa dihindari. Namun, ia mengingatkan bahwa dampaknya harus disikapi secara serius. “Era globalisasi dan digitalisasi membawa perubahan besar. Kita menghadapi krisis moral dan degradasi karakter generasi muda,” ujarnya, Sabtu (28/2).

    Ia menjelaskan bahwa tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek ideologi dan budaya global. Menurutnya, arus budaya luar yang masuk tanpa filter dapat menggeser nilai-nilai luhur bangsa. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendidikan karakter yang berbasis agama dan nasionalisme.

    Sugiyono menyebut pendidikan karakter harus menjadi prioritas bersama. Ia menilai, penguatan nilai keislaman dan semangat kebangsaan menjadi fondasi utama untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi. Ia juga mengingatkan bahwa lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun karakter yang tangguh.

    Dalam kesempatan tersebut, Sugiyono memaparkan potensi besar yang dimiliki Hizbul Wathan. Ia menyebut organisasi kepanduan ini mempunyai ideologi Islam yang kuat sebagai fondasi gerakan. Selain itu, Hizbul Wathan memiliki jaringan nasional dan internasional yang luas.

    Menurutnya, sistem kaderisasi berjenjang menjadi kekuatan lain yang tidak dimiliki banyak organisasi. Melalui pola pembinaan yang sistematis, Hizbul Wathan mampu mencetak kader yang berintegritas. Ia menambahkan bahwa integrasi dengan sekolah Muhammadiyah semakin memperkokoh posisi organisasi ini dalam membina generasi muda.

    Sugiyono juga menyinggung tradisi kepemimpinan dan kedisiplinan yang telah lama tumbuh dalam tubuh Hizbul Wathan. Ia mengatakan, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting untuk menjawab tantangan zaman. Secara tidak langsung, ia menilai bahwa Hizbul Wathan memiliki perangkat lengkap untuk membentuk karakter generasi yang siap bersaing di tingkat global.

    Tak hanya berbicara pada level nasional, Sugiyono menegaskan bahwa Hizbul Wathan memiliki peran strategis di dunia global. Ia menyebut organisasi ini dapat menjadi representasi Islam moderat di kancah internasional. “HW memiliki peluang besar untuk tampil sebagai wajah Islam moderat,” katanya.

    Ia juga menyoroti pentingnya diplomasi kepanduan dunia. Menurutnya, melalui jejaring kepanduan internasional, Hizbul Wathan dapat memperluas pengaruh positif dan memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan. Selain itu, ia menyampaikan bahwa organisasi ini berpotensi menjadi kontributor dalam isu lingkungan dan kemanusiaan.

    Sugiyono menilai, keterlibatan aktif dalam isu-isu global akan memperkuat citra positif Islam. Ia menyebut hal itu sebagai bagian dari branding Islam berkemajuan yang selama ini menjadi identitas gerakan Muhammadiyah.

    Melalui forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil Hizbul Wathan Jawa Tengah tersebut, Sugiyono mengajak seluruh kader untuk memperkuat komitmen ideologis dan kapasitas kepemimpinan. Ia berharap Hizbul Wathan mampu menjawab tantangan globalisasi dengan langkah konkret dan terukur.

    Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang pembinaan yang konsisten dan berorientasi nilai. Hizbul Wathan, kata dia, memiliki potensi besar untuk mengambil peran tersebut. Dengan ideologi yang kuat, jaringan luas, serta tradisi kepemimpinan yang mapan, organisasi ini diyakini mampu menjadi garda terdepan dalam membangun karakter generasi bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

    ]]>
    Hadir pada Ideopolitor HW Jateng Tahun 2026, Ketua MPSKDI PWM Jateng Beri Pesan bagi Para Kader https://hwjateng.com/hadir-pada-ideopolitor-hw-jateng-tahun-2026-ketua-mpskdi-pwm-jateng-beri-pesan-bagi-para-kader/ Sat, 28 Feb 2026 07:01:57 +0000 https://hwjateng.com/?p=445 Magelang – Memasuki abad kedua, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Penegasan itu disampaikan Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah, Hammam Sanadi, dalam kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil HW Jawa Tengah di Universitas Muhammadiyah Magelang.

    Hammam menilai, tantangan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini semakin kompleks. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya insani agar mampu merespons perkembangan zaman.

    “Memasuki abad kedua ini, Muhammadiyah hadir dengan komitmen menebarkan rahmah bagi seluruh alam,” ujar Hammam di hadapan peserta kegiatan, Sabtu (28/2).

    Menurut dia, inovasi dari negara-negara maju berkembang sangat cepat. Kondisi itu menuntut Muhammadiyah untuk sigap beradaptasi. Organisasi ini, kata dia, harus menyiapkan kader, simpatisan, dan seluruh warga negara Indonesia agar menjadi pribadi unggul serta memiliki daya saing global.

    Ia menjelaskan bahwa tuntutan zaman tidak bisa dihindari. Muhammadiyah perlu membekali generasi muda dengan kapasitas intelektual, spiritual, dan sosial yang mumpuni. Dengan begitu, kader Muhammadiyah tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga kompeten di ranah profesional.

    Dalam kesempatan tersebut, Hammam juga mengingatkan sejumlah inspirasi dari Ahmad Dahlan. Ia menuturkan, pendiri Muhammadiyah itu selalu melakukan refleksi setiap kali selesai membaca Al-Qur’an.

    Setiap usai membaca ayat, Ahmad Dahlan bertanya kepada dirinya sendiri, apakah perintah dalam ayat tersebut sudah ia laksanakan atau belum. Jika ayat itu berisi larangan, ia mempertanyakan apakah dirinya sudah benar-benar meninggalkannya.

    Sikap reflektif tersebut, menurut Hammam, menjadi kunci gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri. Ahmad Dahlan tidak berhenti pada tataran bacaan dan hafalan. Ia membawa ajaran Al-Qur’an ke dalam praksis sosial yang nyata.

    Salah satu contoh konkret ialah pemahaman terhadap Surah Al-Ma’un. Ahmad Dahlan memaknai surah itu sebagai perintah langsung untuk peduli kepada fakir miskin dan anak yatim. Tafsir tersebut tidak berhenti sebagai wacana keagamaan.

    “Beliau tidak hanya membaca Al-Ma’un berulang-ulang, tetapi mengamalkannya dengan mendirikan amal usaha untuk membantu yang lemah,” jelas Husnaini.

    Dari pemahaman itu lahir apa yang disebut sebagai tafsir transformatif. Tafsir ini mendorong gerakan sosial yang sistematis dan terorganisasi. Semangat itulah yang kemudian menginspirasi pendirian Muhammadiyah.

    Hammam menegaskan, spirit Al-Ma’un harus terus hidup di tengah tantangan global saat ini. Ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah tidak boleh terjebak pada rutinitas organisasi semata. Gerakan harus tetap berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

    Kini, Muhammadiyah telah berkembang luas. Organisasi ini tidak hanya berkiprah di Indonesia, tetapi juga menjangkau 27 negara. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa gagasan yang berangkat dari tafsir Al-Ma’un memiliki daya jangkau global.

    Melalui forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwarwil HW Jawa Tengah itu, Hammam mengajak seluruh kader untuk memperkuat ideologi sekaligus meningkatkan kompetensi diri. Ia berharap kader Hizbul Wathan dan seluruh elemen persyarikatan mampu menjawab tantangan zaman dengan karya nyata.

    Menurutnya, memasuki abad kedua bukan sekadar momentum seremonial. Fase ini menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat kualitas sumber daya insani. Dengan fondasi nilai yang kokoh dan kemampuan adaptasi yang baik, Muhammadiyah diyakini mampu terus memberi kontribusi bagi Indonesia dan dunia.

    Pesan reflektif Ahmad Dahlan, tegas Hammam, harus menjadi cermin setiap kader. Membaca ayat tidak cukup tanpa pengamalan. Spirit inilah yang menjaga Muhammadiyah tetap relevan dari masa ke masa.

    ]]>
    Dodok Sartono di Ideopolitor dan Koordinasi HW Jateng Beberkan Kiat-kiat Transformasi Organisasi dan Perkaderan https://hwjateng.com/dodok-sartono-di-ideopolitor-dan-koordinasi-hw-jateng-beberkan-kiat-kiat-transformasi-organisasi-dan-perkaderan/ Sat, 28 Feb 2026 06:45:52 +0000 https://hwjateng.com/?p=442 Magelang – Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dodok Sartono, menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh bagi Hizbul Wathan (HW). Hal itu ia sampaikan dalam forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwartir Wilayah HW Jawa Tengah, Sabtu (28/2) di Universitas Muhammadiyah Magelang.

    Di hadapan ratusan peserta, Dodok menyatakan bahwa strategi transformasi Hizbul Wathan tidak cukup hanya melalui program kerja rutin. Ia menekankan perlunya perubahan yang menyentuh aspek kultur organisasi, tata kelola, hingga positioning gerakan.

    “Strategi transformasi HW perlu dilakukan secara sistemik, bukan hanya program, tetapi perubahan kultur, tata kelola, dan positioning gerakan,” ujarnya.

    Dodok menjelaskan, HW merupakan instrumen kaderisasi strategis Muhammadiyah. Organisasi kepanduan ini memiliki potensi besar dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan militansi generasi muda. Karena itu, ia menilai peran HW sangat vital dalam ekosistem gerakan Muhammadiyah.

    Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan serius di era digital. Persaingan dengan berbagai organisasi kepemudaan semakin ketat. Selain itu, tata kelola organisasi di sejumlah daerah dinilai masih lemah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut langkah pembenahan yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Dodok memaparkan sejumlah persoalan yang perlu segera dicarikan solusi. Ia menyebut aktivitas HW belum merata di seluruh sekolah Muhammadiyah. Di sisi lain, kualitas sumber daya manusia pelatih belum terstandarisasi secara menyeluruh.

    Permasalahan lain yang ia soroti adalah belum tersedianya sistem basis data anggota yang terintegrasi. Kegiatan yang berjalan juga masih cenderung seremonial dan belum dirancang secara sistemik. Ia menambahkan, sinergi dengan organisasi otonom maupun Amal Usaha Muhammadiyah masih minim.

    Menurut Dodok, berbagai persoalan tersebut tidak boleh diabaikan. Ia menilai, jika transformasi tidak segera dilakukan, HW berisiko kehilangan relevansi di mata generasi muda.

    “Jika tidak ditransformasikan, maka HW berisiko kehilangan relevansi dan daya tarik bagi generasi muda,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Dodok menawarkan sejumlah langkah strategis sebagai arah transformasi. Ia mendorong agar HW diposisikan sebagai gerakan kepanduan Islam modern yang berlandaskan nilai berkemajuan. Dengan pendekatan itu, HW diharapkan mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan jati diri ideologisnya.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan sistem kaderisasi Muhammadiyah sejak usia dini melalui HW. Menurutnya, pembinaan karakter dan kepemimpinan harus dirancang secara berjenjang dan terukur.

    Dodok juga menggarisbawahi perlunya peningkatan profesionalisme tata kelola organisasi. Transparansi, akuntabilitas, serta manajemen yang rapi harus menjadi standar baru di seluruh lini kepengurusan. Ia menyebut pembenahan sistem sebagai fondasi utama untuk memperkuat gerakan.

    Tak kalah penting, ia mendorong kemandirian finansial serta penguatan branding HW. Menurutnya, citra organisasi harus dibangun secara konsisten agar lebih dikenal dan diminati generasi muda.

    Forum Ideopolitor dan Koordinasi Kwartir Wilayah HW Jawa Tengah itu menjadi momentum refleksi sekaligus konsolidasi. Peserta yang hadir mengikuti paparan dengan antusias. Sejumlah peserta mencatat poin-poin strategis yang disampaikan Dodok sebagai bahan tindak lanjut di daerah masing-masing.

    Melalui gagasan transformasi sistemik tersebut, Dodok berharap Hizbul Wathan Jawa Tengah mampu memperkuat peran sebagai gerakan kaderisasi yang adaptif, modern, dan tetap berakar pada nilai Islam berkemajuan. Ia menilai langkah ini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi menjaga eksistensi dan daya saing HW di tengah dinamika zaman.

    ]]>
    Perkuat Ideologi dan Konsolidasikan Gerakan, HW Jateng Gelar Ideopolitor dan Koordinasi https://hwjateng.com/perkuat-ideologi-dan-konsolidasikan-gerakan-hw-jateng-gelar-ideopolitor-dan-koordinasi/ Sat, 28 Feb 2026 05:44:50 +0000 https://hwjateng.com/?p=436 Magelang – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi di Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (28/2). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari berbagai unsur kepemimpinan HW se-Jawa Tengah.

    Peserta terdiri atas Anggota Kwarwil, Anggota Bidang Kwarwil, Anggota Kwarda se-Jawa Tengah, Anggota Qobilah PTM/A se-Jawa Tengah, serta Dewan Sugli Wilayah HW Jawa Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat ideologi gerakan sekaligus menyatukan langkah organisasi.

    Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Dodok Sartono dijadwalkan menyampaikan materi utama. Selain itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi turut mengisi sesi penting. Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah Sugiyono juga hadir sebagai pemateri. Untuk pengajian Ramadan, panitia menghadirkan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Jumari.

    Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan ideologi bagi kader Hizbul Wathan. “Ideologi harus menjadi fondasi setiap gerak langkah kita. Tanpa ideologi yang kokoh, organisasi akan mudah goyah,” ujarnya di hadapan peserta.

    Hammam juga menyampaikan bahwa forum Ideopolitor menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi. Ia menilai koordinasi yang intensif dapat memperkuat konsolidasi gerakan di seluruh daerah. Menurutnya, sinergi antarkomponen sangat diperlukan agar HW mampu menjawab tantangan zaman.

    Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah Taufiq turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah. “Kehadiran panjenengan semua menunjukkan komitmen kuat untuk membesarkan Hizbul Wathan,” katanya.

    Taufiq menjelaskan bahwa Ideopolitor bukan sekadar agenda rutin. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum evaluasi sekaligus perencanaan program. Ia berharap seluruh peserta aktif berdiskusi dan membawa hasilnya ke daerah masing-masing. Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa kekuatan HW terletak pada soliditas kader di semua tingkatan.

    Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Lilik Andriyani juga hadir dalam pembukaan acara. Ia menyampaikan rasa bangga karena kampusnya dipercaya menjadi tuan rumah. “Kami merasa terhormat dapat menjadi tempat berlangsungnya kegiatan penting ini,” tuturnya.

    Lilik menambahkan bahwa kampus Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung gerakan kepanduan Hizbul Wathan. Ia menilai kegiatan seperti ini selaras dengan semangat pendidikan karakter. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi otonom Muhammadiyah perlu terus diperkuat.

    Kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman ideologi gerakan sekaligus mempererat komunikasi antarpengurus. Para peserta akan mengikuti rangkaian materi dari para narasumber sesuai jadwal yang telah disusun panitia.

    Selain penguatan ideologi, forum ini juga menjadi sarana menyamakan persepsi tentang program kerja di tingkat wilayah dan daerah. Peserta diharapkan mampu menerjemahkan hasil pembahasan ke dalam langkah konkret di lapangan.

    Melalui kegiatan ini, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai, memperkuat koordinasi, dan membangun kader yang tangguh serta berintegritas.

    ]]>