Ajang ini tidak hanya menjadi lomba, tetapi juga ruang pembinaan karakter bagi para siswa. Para peserta menunjukkan kemampuan baris-berbaris dengan penuh disiplin. Mereka juga menampilkan kekompakan tim yang terlatih. Sorak dukungan dari pendukung semakin menambah semarak acara.
Dalam upacara pembukaan, Ramanda Firdaus bertindak sebagai pembina. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kekompakan, dan jiwa kepemimpinan. Menurut dia, LKBB bukan sekadar ajang unjuk kemampuan teknis. Kegiatan ini menjadi sarana membentuk karakter siswa.
“Baris-berbaris harus diterapkan di kehidupan sekolah. Jika olahraga senam dilakukan seminggu sekali, maka baris-berbaris paling tidak harus dilakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu agar siswa bisa melatih kekompakan dan kerja sama,” ujar Ramanda Firdaus.
Ia juga menyampaikan bahwa latihan rutin akan membantu siswa memahami arti tanggung jawab. Selain itu, kegiatan tersebut dapat melatih ketegasan dalam bersikap. Pernyataan itu menegaskan bahwa nilai yang dibangun dalam LKBB bersifat jangka panjang.
Hal senada disampaikan Ketua Korwil HW Pekalongan Raya, Ramanda Satriyo. Ia memberikan apresiasi atas antusiasme kader Hizbul Wathan di wilayah Karesidenan Pekalongan. Menurut dia, semangat peserta menjadi indikator berkembangnya gerakan kepanduan di daerah tersebut.
“Kami sangat bangga melihat semangat para peserta. LKBB ini adalah bukti nyata bahwa perkaderan Hizbul Wathan di wilayah Pekalongan Raya terus tumbuh dinamis,” kata Ramanda Satriyo di sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa melalui baris-berbaris, para siswa belajar banyak hal. Di antaranya adalah kedisiplinan, ketahanan mental, dan kepatuhan terhadap aturan. Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini berperan dalam menyiapkan calon pemimpin masa depan. Para peserta, lanjutnya, dilatih untuk memiliki mental kuat dan sikap yang konsisten.
Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan baris-berbaris sekaligus mempererat hubungan antarpelajar. Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi. Para peserta dapat saling mengenal dan berbagi pengalaman.
Penilaian lomba dilakukan secara menyeluruh. Beberapa aspek menjadi fokus utama juri. Di antaranya ketepatan gerakan, kekompakan tim, dan kerapian. Selain itu, inovasi formasi dan variasi gerakan juga mendapat perhatian. Sikap serta kedisiplinan peserta turut menjadi bagian penting dalam penilaian.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Para peserta mengikuti lomba dengan penuh semangat dan sportivitas. Tidak terlihat adanya kendala berarti selama pelaksanaan acara. Hal ini menunjukkan kesiapan panitia dan peserta dalam menyukseskan kegiatan.
Kegiatan LKBB Hizbul Wathan ini diharapkan memberi dampak positif bagi generasi muda. Para siswa di Kabupaten Pemalang dan sekitarnya diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri. Mereka juga diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
]]>