Ribuan Peserta Padati Apel Milad Muhammadiyah–HW di Surakarta, Diajakan Teladani Keteguhan Ahmad Dahlan dan Sudirman
- account_circle hwjateng
- calendar_month 16/11/2025
- visibility 174
- comment 0 komentar
- label Berita
Sekitar 7.500 peserta memadati Lapangan Jajar, Laweyan, Kota Surakarta, dalam Apel Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-107 Hizbul Wathan pada Sabtu (15/11/2025). Peserta berasal dari sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Surakarta, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, perguruan tinggi Muhammadiyah, serta berbagai organisasi otonom di tingkat daerah. Sejak pagi, lapangan telah dipenuhi barisan siswa dan anggota kepanduan yang datang dengan penuh antusias.
Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kota Surakarta, Ramanda Parimin Tejo Pramono, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya apel besar tersebut. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang tetap hadir dan tertib meski cuaca sempat diguyur hujan. “Atas segala sesuatu keridaan Allah dan kemurahan Allah yang diberikan sehingga Apel Milad bisa berjalan dengan lancar, meskipun cuaca sempat hujan,” ujarnya di hadapan para peserta yang tetap semangat mengikuti kegiatan.
Menurut Parimin, momentum milad tahun ini menjadi pengingat agar warga persyarikatan terus berdakwah dan berjuang melalui Muhammadiyah maupun Hizbul Wathan. Ia menambahkan bahwa gerakan kepanduan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di Surakarta. Ia berharap organisasi ini semakin berkembang. “Sesuai dengan tema memajukan kesejahteraan bangsa, persyarikatan Muhammadiyah terus melayani umat khusus di Kota Surakarta. Semoga Allah meridai,” tuturnya.
Apel tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua PDM Kota Surakarta, Ramanda Joko Riyanto, yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa tema Milad Muhammadiyah ke-113 adalah memajukan kesejahteraan bangsa. Sementara itu, Milad Hizbul Wathan ke-107 mengangkat tema bertumbuh, utuh, dan tangguh. Menurutnya, dua tema ini saling melengkapi dan mencerminkan semangat gerakan Muhammadiyah dalam mencetak kader yang berakhlak dan berilmu.
Ia menekankan bahwa apel akbar bukan hanya seremoni, tetapi momen memperkuat jati diri bangsa melalui kepanduan. “Hizbul Wathan dan Muhammadiyah sebagai dua kekuatan moral dan spiritual yang berjalan seiring dalam membangun peradaban bangsa. Para pandu HW diharapkan meneladani Kiai Ahmad Dahlan dan Jenderal Sudirman yang berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa dengan akhlak, ilmu, dan pengabdian,” jelasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta agar tetap optimis dan tidak mudah mengendurkan semangat. Ia berpesan bahwa generasi Muhammadiyah harus berkemajuan dan bekerja dengan ketekunan. Ia berharap sinergi antara Muhammadiyah dan Hizbul Wathan terus memperkuat usaha memajukan masyarakat serta menegakkan nilai kemanusiaan.
Apel dimulai pukul 06.30 dan dibuka dengan berbagai penampilan yang memeriahkan suasana. Senam Pandu Hizbul Wathan dari siswa TK Kampung Sewu menjadi pembuka yang menarik perhatian. Penampilan ini dilanjutkan oleh drum band TK Al Amin yang menambah semarak acara. Suasana semakin hidup ketika dua siswa dari SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyanyikan lagu-lagu bernuansa islami.
Rangkaian kegiatan berikutnya menghadirkan penampilan yang lebih variatif. Para peserta disuguhkan atraksi Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari SMP Muhammadiyah 7 Surakarta. Aksi bela diri tersebut membuat suasana apel terasa lebih dinamis. Setelah itu, siswa-siswi SD Muhammadiyah Alam Surya Mentari menampilkan kreasi semaphore dance dan pionering. Mereka memamerkan kreativitas tepuk, baris-berbaris, serta formasi kepanduan Hizbul Wathan.
Beragam penampilan tersebut membuat apel terasa hidup dan meneguhkan bahwa generasi muda Muhammadiyah memiliki potensi besar. Kreativitas dan kedisiplinan para siswa juga menunjukkan bahwa pembinaan kepanduan terus berjalan dengan baik.
Apel Milad ke-113 Muhammadiyah dan ke-107 Hizbul Wathan ini menjadi simbol kebersamaan warga persyarikatan di Surakarta. Ribuan peserta yang hadir menunjukkan wajah gerakan yang terus berkembang. Melalui kegiatan tersebut, Muhammadiyah dan Hizbul Wathan kembali menegaskan komitmen untuk mencetak generasi berkarakter dan berkemajuan serta melanjutkan perjuangan para pendahulu seperti Ahmad Dahlan dan Sudirman.


