Ratusan Kader Hizbul Wathan Antusias Ikuti Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau di Temanggung
- account_circle hwjateng
- calendar_month 23/11/2025
- visibility 56
- comment 0 komentar
- label Berita
Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kabupaten Temanggung kembali menarik perhatian publik setelah sukses menyelenggarakan Pelatihan Mitigasi Bencana dan Aksi Hijau pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gembyang, Desa Kentengsari, Kecamatan Candiroto itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 di wilayah Temanggung.
Sekitar 700 peserta dari berbagai qobilah sekolah Muhammadiyah hadir meramaikan acara tersebut. Mereka terdiri atas tiga tingkatan, yakni Athfal dari jenjang SD/MI, Pengenal dari SMP/MTs, serta Penghela dari SMA/SMK/MA. Antusiasme besar ini menunjukkan tingginya ketertarikan generasi muda untuk belajar mengenai kebencanaan sekaligus isu lingkungan.
Ketua Kwarda HW Temanggung, Ikhsan Nuriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud konsistensi organisasi dalam membina generasi muda yang tangguh. “Pelatihan ini bukan hanya program rutin. Kami ingin menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana. Peserta belajar memetakan potensi risiko, memahami tahapan penanganan, hingga bagaimana melakukan pemulihan pascabencana. Kami juga mengajak mereka menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui kegiatan penghijauan di sekitar Dusun Gembyang,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Temanggung, Makmun Pitoyo, yang sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta agar terus menjadi pelopor aksi kemanusiaan. Pembukaan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis oleh ketua PDM, Kwarda HW, serta para tamu undangan.
Sejumlah pihak hadir untuk memberikan dukungan, antara lain Pemerintah Desa Kentengsari, PCM Candiroto, PCPM Candiroto, MDMC Temanggung, Damkar Temanggung, serta PMI Cabang Temanggung. Kehadiran berbagai lembaga tersebut menggambarkan kuatnya sinergi dalam upaya edukasi kebencanaan dan kampanye pelestarian lingkungan.
Setelah pembukaan, peserta menerima materi dari tenaga profesional. Tim Damkar Temanggung memberikan penjelasan tentang penanganan kebakaran, terutama kebakaran kompor gas yang kerap terjadi di rumah. Mereka juga memperagakan cara menghadapi hewan liar seperti ular. Penyampaian materi disertai simulasi sehingga peserta dapat menyaksikan dan mencoba langsung teknik penanganan keadaan darurat.
Materi berikutnya disampaikan PMI Cabang Temanggung yang membahas teknik pertolongan pertama, termasuk penanganan korban pingsan dan kondisi darurat lainnya. Para peserta terlihat bersemangat mempraktikkan langkah-langkah yang diberikan karena keterampilan ini dianggap sangat penting untuk kesiapan dasar generasi muda.
MDMC Temanggung kemudian memaparkan konsep mitigasi bencana, manajemen evakuasi, dan langkah keselamatan yang perlu dilakukan warga ketika bencana terjadi. Penyampaian yang komunikatif membuat peserta semakin memahami betapa pentingnya mitigasi untuk mengurangi risiko.
Usai materi ruang, kegiatan berlanjut dengan lintas alam yang telah disiapkan panitia. Koordinator lintas alam, Zaenal Nanang, menjelaskan bahwa jalur yang ditempuh peserta sudah dipasang pos-pos untuk menerapkan materi yang baru saja mereka pelajari. “Lintas alam ini paling ditunggu. Meski hujan turun deras, semangat peserta semakin tinggi. Mereka tetap berusaha menuntaskan setiap tantangan. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar bermanfaat bagi anak-anak, terutama untuk membangun ketangguhan dan kerja sama,” katanya.
Hujan yang mengguyur kawasan Gembyang membuat suasana pelatihan terasa lebih nyata. Peserta merasakan langsung bagaimana kondisi lapangan ketika harus menghadapi situasi darurat dalam cuaca yang tidak bersahabat. Meski basah dan lelah, keceriaan tetap terlihat sepanjang kegiatan.
Melalui rangkaian pelatihan ini, Kwarda HW Temanggung berharap peserta dapat menjadi generasi yang sigap menghadapi bencana sekaligus peduli pada kelestarian lingkungan. Sinergi antara sekolah, masyarakat, dan lembaga kebencanaan diharapkan semakin kuat untuk menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan hijau di Temanggung.


