Heboh Day Camp Tunas Athfal TK ABA 2 Cepu: Petualangan Seru Para Pahlawan Cilik di Taman Pandu
- account_circle hwjateng
- calendar_month 17/11/2025
- visibility 37
- comment 0 komentar
- label Berita
Cepu, 10 November 2025 – Suasana hangat dan penuh kegembiraan menyelimuti halaman TK ABA 2 Cepu saat puluhan siswa mengikuti Day Camp Tunas Athfal. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari pembelajaran kepanduan yang berfokus pada pembentukan karakter, penanaman disiplin, serta menumbuhkan rasa hormat kepada pahlawan dan kecintaan pada lingkungan sejak usia dini.
Agenda dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Anak-anak yang datang bersama wali disambut para pendamping sebelum mengikuti proses absensi. Tidak lama kemudian, kemeriahan meningkat ketika Apel Pembukaan berlangsung pukul 07.15 WIB. Dalam apel tersebut, anak-anak mengikuti rangkaian Garis Disiplin Kuntum Rapi, menyanyikan mars Hizbul Wathan, dan mendengarkan pembacaan Janji Athfal. Para guru menyebut momen itu sebagai bagian penting untuk menanamkan kedisiplinan dan rasa kebersamaan.
Setelah apel, kegiatan inti bertajuk “Petualangan Pahlawan Cilik” dimulai pada pukul 07.30 WIB. Sesi ini menjadi bagian yang paling ditunggu oleh anak-anak karena mereka diajak menjelajahi empat pos permainan dan materi yang telah dipersiapkan oleh panitia. Pos pertama, Kabar Rahasia Athfal, mengajak peserta memahami sandi sederhana dan pesan-pesan rahasia. Pada pos kedua, yang bertema Pionering Simpul Cepat Prajurit Athfal, anak-anak belajar membuat simpul dasar yang biasa digunakan dalam kepanduan. Sementara itu, pos ketiga, Mencicipin Rasa: Misi Tiga Rasa, menghadirkan pengalaman mengenali rasa makanan dengan cara menyenangkan. Pos keempat, Nobar Layar Inspirasi Sang Pencerah, menyajikan tontonan edukatif yang memotivasi anak-anak untuk meneladani tokoh-tokoh inspiratif.
Selama kegiatan petualangan tersebut, anak-anak terlihat antusias mengikuti instruksi dari kakak pembina. Para pendamping menjelaskan bahwa setiap pos bertujuan menguatkan kemampuan motorik, keberanian, dan kepekaan sosial. “Kami ingin mereka mengenal bahwa kerja sama dan keberanian itu penting,” ujar salah seorang guru yang mendampingi jalannya kegiatan. Ia menambahkan, melalui permainan sederhana, siswa dapat berlatih memecahkan masalah sekaligus menikmati suasana belajar yang berbeda dari rutinitas kelas.
Pada pukul 10.30 WIB, peserta diarahkan menuju Rumah Rahasia Athfal untuk beristirahat dan menikmati makan siang bersama. Wali kelas menyampaikan bahwa sesi istirahat tersebut bukan hanya waktu makan, tetapi juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar tata krama dan kebiasaan baik saat berada di lingkungan bersama.
Kegiatan berlanjut ke Apel Penutupan dan Penganugerahan yang dimulai pukul 11.00 WIB. Dalam apel ini, anak-anak mengikuti Lingkar Ceria Cahaya Athfal, sebuah momen reflektif yang dirancang agar peserta merasakan nilai kebersamaan. Mereka juga menerima penyematan Pin Bintang Giat Prajurit Athfal sebagai bentuk penghargaan atas usaha dan keberanian selama mengikuti Day Camp. Para guru menyebut penyematan pin ini sebagai simbol apresiasi agar anak-anak merasa bangga atas pengalaman yang mereka jalani.
Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan resmi ditutup pada pukul 11.30 WIB dengan pembacaan doa. Anak-anak kemudian pulang bersama orang tua dengan wajah ceria, membawa pengalaman baru yang diharapkan memberi kesan mendalam.
Dalam dokumen kegiatan, sekolah menegaskan fokus utama Day Camp Tunas Athfal, yakni “membentuk pribadi yang tanggap, cakap, mandiri, disiplin, menghargai jasa pahlawan, cinta alam, memiliki keberanian serta mampu bekerja sama, dan memahami arti kedisiplinan.” Pernyataan itu menjadi dasar penyusunan rangkaian aktivitas sejak awal hingga akhir acara.
Kepala TK ABA 2 Cepu, Endriyani, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa dukungan guru, wali murid, dan panitia sangat membantu kelancaran agenda yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. “Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam membangun karakter Islami dan kepemimpinan sejak usia dini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan menjadi landasan utama kegiatan ini. Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, sekolah berharap Day Camp dapat mendorong tumbuhnya generasi yang mandiri, peduli, dan siap menghadapi tantangan dengan sikap positif.


