Beranda » Berita » Kwarwil HW Jateng Gelar Kursus Jaya Melati 2 untuk Tingkatkan Kompetensi Pelatih

Kwarwil HW Jateng Gelar Kursus Jaya Melati 2 untuk Tingkatkan Kompetensi Pelatih

Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Tengah kembali mengadakan Kursus Jaya Melati 2 sebagai upaya memperkuat mutu pelatih dan memastikan gerakan kepanduan berjalan lebih efektif. Kegiatan ini digelar selama sepekan, mulai Senin hingga Ahad, 17–23 November, dengan rangkaian acara yang berlangsung secara daring dan luring.

Penyelenggaraan luring dipusatkan di SMK Muhammadiyah Delanggu. Sementara itu, sesi daring menjadi ruang pertemuan awal bagi para peserta sebelum memasuki kegiatan tatap muka. Penyelenggara menyebut bahwa pola hybrid ini dipilih agar proses pelatihan lebih fleksibel dan menjangkau peserta dari berbagai daerah.

Pada pembukaan sesi daring, hadir Wakil Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah, Sukasno, Pelatih Jaya Melati 2, Ismokoweni, serta perwakilan Bidang Diklat dan MSDA Kwarwil HW Jawa Tengah. Sebanyak 66 pandu tercatat mengikuti kursus tersebut. Salah satu panitia mengatakan bahwa angka itu menunjukkan tingginya antusiasme anggota dewasa dalam memperdalam kompetensi kepanduan.

Dalam sambutannya, Sukasno menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelatih di lingkungan Hizbul Wathan. Ia menyampaikan bahwa peran pelatih tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan para pandu. “Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya saat membuka sesi daring.

Pernyataan itu sejalan dengan tujuan utama kursus, yaitu menyiapkan anggota dewasa yang tidak hanya memahami teori kepanduan, tetapi juga terampil mengimplementasikan metode kepelatihan di lapangan. Menurut panitia, peserta dibekali materi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun manajerial dalam menjalankan tugas sebagai pelatih.

Pelatih Jaya Melati 2, Ismokoweni, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa peserta diharapkan mampu membawa pembaruan dalam proses pelatihan di masing-masing kwartir. Ia menjelaskan bahwa dinamika kepanduan menuntut para pelatih untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi. “Kami ingin melahirkan pelatih yang dapat menggerakkan semangat para pandu melalui pendekatan yang lebih kreatif dan efektif,” katanya.

Total Views: 3158
expand_less